adfly.468x60.5 Dulang Dollar Melalui ShortURL adf.ly | short URL

15 Oktober 2008

Deteksi Virus PC dari Flash Disk
Share 0 komentar

Ada tidaknya virus pada PC bisa dideteksi dengan aplikasi virus portabel yang ada di flash disk (UFD). Berguna untuk mengamankan UFD dari virus dan membasmi virus.

Komputer bisa terinfeksi virus lewat USB flash disk (UFD). Tapi, dari mana virus di UFD itu berasal. Dari komputer yang sudah terinfeksi, tentunya. Contohnya komputer-komputer di warnet-warnet. Jadi, cegah juga masuknya virus ke dalam UFD. Caranya adalah dengan memindai komputer yang hendak dicoloki UFD.

Kita bisa menjalankan antivirus yang portable—antivirus yang disimpan di UFD, tak perlu diinstal di komputer untuk bisa berjalan. Dengan antivirus itu, komputer akan dipindai. Hmm... memang, tidak butuh waktu yang sedikit, apalgi kalau komputer memiliki file yang sangat banyak. Tetapi, memang seperti itulah kenyataan dalam dunia TI—kenyamanan berbanding terbalik dengan keamanan.
Yang kita butuhkan adalah antivirus portable, seperti AntivirX, ClamWin yang bisa diunduh dari www.clamwin.com. Kita juga perlu membuat sebuah file yang jalan otomatis ketika UFD dicolok. File itu akan menjalankan antivirus yang ada di UFD. Ini mirip dengan file jalan otomatis yang sering terdapat pada CD instalasi program.
Buka Notepad dan ketikkan baris-baris perintah berikut ini.
[autorun]
Open=antivirus.exe
Action=Open Anti Virus Portable!
Icon=icon.ico
Label=Your_Name
Kalau sudah, simpan dengan nama autorun.inf. Agar tidak jadi file TXT, ubah Save as Type menjadi [All Files].
Berikut ini adalah penjelasan ringkas mengenai perintah-perintah dalam file autorun.inf tadi.
Perintah “Open” adalah perintah untuk membuka antivirus tersebut. Perintah Open diikuti dengan file yang menjalankan antivirus. Jadi, ganti “antivirus.exe” di perintah itu dengan nama file antivirus yang digunakan. Misalnya, nama file antivirusnya “antivirx.exe” maka perintah tersebut menjadi “Open=clamwin.exe”. Nah, kalau file itu berada di dalam folder lain—misalnya folder AntivirX 1.0, perintah itu berubah menjadi “Open=AntivirX 1.0-clamwin.exe”.
Perintah “Action”berguna untuk menampilkan kalimat pada kotak dialog ketika antivirus akan dijalankan. Kalimat yang mengikuti perintah ini boleh diganti dengan kata-kata lain.
Perintah “Icon” berfungsi untuk mengganti ikon standar UFD yang tampil pada Windows Explorer. Enggak ada fungsi khusus yang berkaitan dengan antivirus, ikon itu cuma mempercantik saja. Tentu saja file ikon harus ada juga di UFD. Nama file yang pada contoh “icon.ico” diganti sesuai dengan nama file ikon yang digunakan.
Terakhir, perintah “Label” berfungsi ntuk memberikan nama dari pada UFD. Sama seperti perintah “Icon”, perintah ini juga enggak ada hubungannya dengan usaha pencegahan masuknya virus.
Atribut file autorun.inf itu baiknya dibuat menjadi “Read-Only”--cuma bisa dibaca, tidak bisa diubah-ubah. Kalau tidak bisa diubah, berarti virus tidak akan bisa memodifikasi file tersebut. Caranya begini, klik kanan file itu, lalu klik [Properties]. Pada bagian Attributes, beri tanda centang pada [Read-Only].
Berikut ini adalah penggunaan UFD untuk mendeteksi virus yang ada pada komputer.
1. Masukkan UFD namun jangan membuka flash disk pada komputer. UFD belum dibuka, virus dalam komputer tidak akan masuk ke dalam flash disk atau sebaliknya.
2. Jalankan fungsi jalan otomatis dengan mengklik tombol [OK] pada kotak dialog yang muncul. Antivirus portabel yang ada pada UFD akan berjalan.
3. Scan virus pada komputer, khususnya pada C:-Windows-System32.
4. Kalau ada antivirus melaporkan adanya virus, jangan ragu, komputer itu memang bervirus.
5. Selanjutnya silakan bersihkan komputer itu. Kalau tidak, yah cabut saja buru-buru UFD yang dicolok.
Caption:
1. File autorun.inf yang akan menjalankan antivirus secara otomatis berisi baris-baris perintah seperti tampak pada gambar.
2. Ketika dijalankan, muncul sebuah pilihan dengan teks seperti yang dimasukkan pada baris perintah “Action”. Pilih itu dan klik [OK].



Read More | Goto Top

14 Oktober 2008

Tutorial Iptables
Share 0 komentar

Sebelum mulai, diharapkan sudah memiliki pengetahuan dasar mengenai TCP/IP karena hal ini merupakan dasar dari penggunaan IPTables. Ada (sangat) banyak resource yang mendokumentasikan konsep dasar tentang TCP/IP, baik itu secara online maupun cetak. Silahkan googling untuk mendapatkannya.Hal berikutnya yang harus anda persiapkan adalah sebuah komputer yang terinstall Linux. Akan lebih baik jika komputer anda memiliki 2 buah network interface card, sebab bisa menjalankan fungsi packet forwarding. Disarankan anda menggunakan linux dengan kernel 2.4 ke atas, karena (setahu saya) linux dengan kernel 2.4 ke atas sudah memiliki dukungan IPTables secara default, sehingga anda tidak perlu mengkompilasi ulang kernel anda. Bagi anda yang menggunakan kernel 2.2 atau sebelumnya, anda harus melakukan kompilasi kernel untuk memasukkan dukungan IPTables.

2. Pendahuluan

IPTables memiliki tiga macam daftar aturan bawaan dalam tabel penyaringan, daftar tersebut dinamakan rantai firewall (firewall chain) atau sering disebut chain saja. Ketiga chain tersebut adalah INPUT, OUTPUT dan FORWARD.

Pada diagram tersebut, lingkaran menggambarkan ketiga rantai atau chain. Pada saat sebuah paket sampai pada sebuah lingkaran, maka disitulah terjadi proses penyaringan. Rantai akan memutuskan nasib paket tersebut. Apabila keputusannnya adalah DROP, maka paket tersebut akan di-drop. Tetapi jika rantai memutuskan untuk ACCEPT, maka paket akan dilewatkan melalui diagram tersebut.

Sebuah rantai adalah aturan-aturan yang telah ditentukan. Setiap aturan menyatakan “jika paket memiliki informasi awal (header) seperti ini, maka inilah yang harus dilakukan terhadap paket”. Jika aturan tersebut tidak sesuai dengan paket, maka aturan berikutnya akan memproses paket tersebut. Apabila sampai aturan terakhir yang ada, paket tersebut belum memenuhi salah satu aturan, maka kernel akan melihat kebijakan bawaan (default) untuk memutuskan apa yang harus dilakukan kepada paket tersebut. Ada dua kebijakan bawaan yaitu default DROP dan default ACCEPT.

Jalannya sebuah paket melalui diagram tersebut bisa dicontohkan sebagai berikut:

Perjalanan paket yang diforward ke host yang lain

1. Paket berada pada jaringan fisik, contoh internet.
2. Paket masuk ke interface jaringan, contoh eth0.
3. Paket masuk ke chain PREROUTING pada table Mangle. Chain ini berfungsi untuk me-mangle (menghaluskan) paket, seperti merubah TOS, TTL dan lain-lain.
4. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel nat. Chain ini berfungsi utamanya untuk melakukan DNAT (Destination Network Address Translation).
5. Paket mengalami keputusan routing, apakah akan diproses oleh host lokal atau diteruskan ke host lain.
6. Paket masuk ke chain FORWARD pada tabel filter. Disinlah proses pemfilteran yang utama terjadi.
7. Paket masuk ke chain POSTROUTING pada tabel nat. Chain ini berfungsi utamanya untuk melakukan SNAT (Source Network Address Translation).
8. Paket keluar menuju interface jaringan, contoh eth1.
9. Paket kembali berada pada jaringan fisik, contoh LAN.

Perjalanan paket yang ditujukan bagi host lokal

1. Paket berada dalam jaringan fisik, contoh internet.
2. Paket masuk ke interface jaringan, contoh eth0.
3. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel mangle.
4. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel nat.
5. Paket mengalami keputusan routing.
6. Paket masuk ke chain INPUT pada tabel filter untuk mengalami proses penyaringan.
7. Paket akan diterima oleh aplikasi lokal.

Perjalanan paket yang berasal dari host lokal

1. Aplikasi lokal menghasilkan paket data yang akan dikirimkan melalui jaringan.
2. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel mangle.
3. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel nat.
4. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel filter.
5. Paket mengalami keputusan routing, seperti ke mana paket harus pergi dan melalui interface mana.
6. Paket masuk ke chain POSTROUTING pada tabel NAT.
7. Paket masuk ke interface jaringan, contoh eth0.
8. Paket berada pada jaringan fisik, contoh internet.

3. Sintaks IPTables

iptables [-t table] command [match] [target/jump]

1. Table

IPTables memiliki 3 buah tabel, yaitu NAT, MANGLE dan FILTER. Penggunannya disesuaikan dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Fungsi dari masing-masing tabel tersebut sebagai berikut :

  1. NAT : Secara umum digunakan untuk melakukan Network Address Translation. NAT adalah penggantian field alamat asal atau alamat tujuan dari sebuah paket.
  2. MANGLE : Digunakan untuk melakukan penghalusan (mangle) paket, seperti TTL, TOS dan MARK.
  3. FILTER : Secara umum, inilah pemfilteran paket yang sesungguhnya.. Di sini bisa dintukan apakah paket akan di-DROP, LOG, ACCEPT atau REJECT

2. Command

Command pada baris perintah IPTables akan memberitahu apa yang harus dilakukan terhadap lanjutan sintaks perintah. Umumnya dilakukan penambahan atau penghapusan sesuatu dari tabel atau yang lain.

Command

Keterangan

-A  –append

Perintah ini menambahkan aturan pada akhir chain. Aturan akan ditambahkan di akhir baris pada chain yang bersangkutan, sehingga akan dieksekusi terakhir

-D           –delete

Perintah ini menghapus suatu aturan pada chain. Dilakukan dengan cara menyebutkan secara lengkap perintah yang ingin dihapus atau dengan menyebutkan nomor baris dimana perintah akan dihapus.

-R           –replace

Penggunaannya sama seperti –delete, tetapi command ini menggantinya dengan entry yang baru.

-I           –insert

Memasukkan aturan pada suatu baris di chain. Aturan akan dimasukkan pada baris yang disebutkan, dan aturan awal yang menempati baris tersebut akan digeser ke bawah. Demikian pula baris-baris selanjutnya.

-L           –list

Perintah ini menampilkan semua aturan pada sebuah tabel. Apabila tabel tidak disebutkan, maka seluruh aturan pada semua tabel akan ditampilkan, walaupun tidak ada aturan sama sekali pada sebuah tabel. Command ini bisa dikombinasikan dengan option –v (verbose), -n (numeric) dan –x (exact).

-F           –flush

Perintah ini mengosongkan aturan pada sebuah chain. Apabila chain tidak disebutkan, maka semua chain akan di-flush.

-N           –new-chain

Perintah tersebut akan membuat chain baru.

-X           –delete-chain

Perintah ini akan menghapus chain yang disebutkan. Agar perintah di atas berhasil, tidak boleh ada aturan lain yang mengacu kepada chain tersebut.

-P           –policy

Perintah ini membuat kebijakan default pada sebuah chain. Sehingga jika ada sebuah paket yang tidak memenuhi aturan pada baris-baris yang telah didefinisikan, maka paket akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan default ini.

-E           –rename-chain

Perintah ini akan merubah nama suatu chain.

3. Option

Option digunakan dikombinasikan dengan command tertentu yang akan menghasilkan suatu variasi perintah.

Option
Command          Pemakai

Keterangan

-v           –verbose
–list          
–append
–insert
–delete
–replace

Memberikan output yang lebih detail, utamanya digunakan dengan –list. Jika digunakan dengan
–list, akan menampilkam K (x1.000),
M (1.000.000) dan G (1.000.000.000).

-x           –exact
–list

Memberikan output yang lebih tepat.

-n           –numeric
–list

Memberikan output yang berbentuk angka. Alamat IP dan nomor port akan ditampilkan dalam bentuk angka dan bukan hostname ataupun nama aplikasi/servis.

–line-number
–list

Akan menampilkan nomor dari daftar aturan. Hal ni akan mempermudah bagi kita untuk melakukan modifikasi aturan, jika kita mau meyisipkan atau menghapus aturan dengan nomor tertentu.

–modprobe
All

Memerintahkan IPTables untuk memanggil modul tertentu. Bisa digunakan bersamaan dengan semua command.

4. Generic Matches

Generic Matches artinya pendefinisian kriteria yang berlaku secara umum. Dengan kata lain, sintaks generic matches akan sama untuk semua protokol. Setelah protokol didefinisikan, maka baru didefinisikan aturan yang lebih spesifik yang dimiliki oleh protokol tersebut. Hal ini dilakukan karena tiap-tiap protokol memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memerlukan perlakuan khusus.

Match

Keterangan

-p           –protocol

Digunakan untuk mengecek tipe protokol tertentu. Contoh protokol yang umum adalah TCP, UDP, ICMP dan ALL. Daftar protokol bisa dilihat pada /etc/protocols.

Tanda inversi juga bisa diberlakukan di sini, misal kita menghendaki semua protokol kecuali icmp, maka kita bisa menuliskan –protokol ! icmp yang berarti semua kecuali icmp.

-s           –src  –source

Kriteria ini digunakan untuk mencocokkan paket berdasarkan alamat IP asal. Alamat di sini bisa berberntuk alamat tunggal seperti 192.168.1.1, atau suatu alamat network menggunakan netmask misal 192.168.1.0/255.255.255.0, atau bisa juga ditulis 192.168.1.0/24 yang artinya semua alamat 192.168.1.x. Kita juga bisa menggunakan inversi.

-d           –dst –destination

Digunakan untuk mecocokkan paket berdasarkan alamat tujuan. Penggunaannya sama dengan match –src

-i           –in-interface

Match ini berguna untuk mencocokkan paket berdasarkan interface di mana paket datang. Match ini hanya berlaku pada chain INPUT, FORWARD dan PREROUTING

-o           –out-interface

Berfungsi untuk mencocokkan paket berdasarkan interface di mana paket keluar. Penggunannya sama dengan
–in-interface. Berlaku untuk chain OUTPUT, FORWARD dan POSTROUTING

5. Implicit Matches

Implicit Matches adalah match yang spesifik untuk tipe protokol tertentu. Implicit Match merupakan sekumpulan rule yang akan diload setelah tipe protokol disebutkan. Ada 3 Implicit Match berlaku untuk tiga jenis protokol, yaitu TCP matches, UDP matches dan ICMP matches.

a. TCP matches

Match

Keterangan

–sport           –source-port

Match ini berguna untuk mecocokkan paket berdasarkan port asal. Dalam hal ini kia bisa mendefinisikan nomor port atau nama service-nya. Daftar nama service dan nomor port yang bersesuaian dapat dilihat di /etc/services.

–sport juga bisa dituliskan untuk range port tertentu. Misalkan kita ingin mendefinisikan range antara port 22 sampai dengan 80, maka kita bisa menuliskan –sport 22:80.

Jika bagian salah satu bagian pada range tersebut kita hilangkan maka hal itu bisa kita artikan dari port 0, jika bagian kiri yang kita hilangkan, atau 65535 jika bagian kanan yang kita hilangkan. Contohnya –sport :80 artinya paket dengan port asal nol sampai dengan 80, atau –sport 1024: artinya paket dengan port asal 1024 sampai dengan 65535.Match ini juga mengenal inversi.

–dport          
–destination-port

Penggunaan match ini sama dengan match –source-port.

–tcp-flags

Digunakan untuk mencocokkan paket berdasarkan TCP flags yang ada pada paket tersebut. Pertama, pengecekan akan mengambil daftar flag yang akan diperbandingkan, dan kedua, akan memeriksa paket yang di-set 1, atau on.

Pada kedua list, masing-masing entry-nya harus dipisahkan oleh koma dan tidak boleh ada spasi antar entry, kecuali spasi antar kedua list. Match ini mengenali SYN,ACK,FIN,RST,URG, PSH. Selain itu kita juga menuliskan ALL dan NONE. Match ini juga bisa menggunakan inversi.

–syn

Match ini akan memeriksa apakah flag SYN di-set dan ACK dan FIN tidak di-set. Perintah ini sama artinya jika kita menggunakan match –tcp-flags SYN,ACK,FIN SYN

Paket dengan match di atas digunakan untuk melakukan request koneksi TCP yang baru terhadap server

b. UDP Matches

Karena bahwa protokol UDP bersifat connectionless, maka tidak ada flags yang mendeskripsikan status paket untuk untuk membuka atau menutup koneksi. Paket UDP juga tidak memerlukan acknowledgement. Sehingga Implicit Match untuk protokol UDP lebih sedikit daripada TCP.
Ada dua macam match untuk UDP:

--sport atau --source-port --dport atau --destination-port

c. ICMP Matches

Paket ICMP digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi-kondisi jaringan yang lain. Hanya ada satu implicit match untuk tipe protokol ICMP, yaitu :

--icmp-type

6. Explicit Matches

a. MAC Address

Match jenis ini berguna untuk melakukan pencocokan paket berdasarkan MAC source address. Perlu diingat bahwa MAC hanya berfungsi untuk jaringan yang menggunakan teknologi ethernet.

iptables –A INPUT –m mac –mac-source 00:00:00:00:00:01

b. Multiport Matches

Ekstensi Multiport Matches digunakan untuk mendefinisikan port atau port range lebih dari satu, yang berfungsi jika ingin didefinisikan aturan yang sama untuk beberapa port. Tapi hal yang perlu diingat bahwa kita tidak bisa menggunakan port matching standard dan multiport matching dalam waktu yang bersamaan.

iptables –A INPUT –p tcp –m multiport --source-port 22,53,80,110

c. Owner Matches

Penggunaan match ini untuk mencocokkan paket berdasarkan pembuat atau pemilik/owner paket tersebut. Match ini bekerja dalam chain OUTPUT, akan tetapi penggunaan match ini tidak terlalu luas, sebab ada beberapa proses tidak memiliki owner (??).

iptables –A OUTPUT –m owner --uid-owner 500

Kita juga bisa memfilter berdasarkan group ID dengan sintaks –gid-owner. Salah satu penggunannya adalah bisa mencegah user selain yang dikehendaki untuk mengakses internet misalnya.

d. State Matches

Match ini mendefinisikan state apa saja yang cocok. Ada 4 state yang berlaku, yaitu NEW, ESTABLISHED, RELATED dan INVALID. NEW digunakan untuk paket yang akan memulai koneksi baru. ESTABLISHED digunakan jika koneksi telah tersambung dan paket-paketnya merupakan bagian dari koneki tersebut. RELATED digunakan untuk paket-paket yang bukan bagian dari koneksi tetapi masih berhubungan dengan koneksi tersebut, contohnya adalah FTP data transfer yang menyertai sebuah koneksi TCP atau UDP. INVALID adalah paket yang tidak bisa diidentifikasi, bukan merupakan bagian dari koneksi yang ada.

iptables –A INPUT –m state --state RELATED,ESTABLISHED

7. Target/Jump

Target atau jump adalah perlakuan yang diberikan terhadap paket-paket yang memenuhi kriteria atau match. Jump memerlukan sebuah chain yang lain dalam tabel yang sama. Chain tersebut nantinya akan dimasuki oleh paket yang memenuhi kriteria. Analoginya ialah chain baru nanti berlaku sebagai prosedur/fungsi dari program utama. Sebagai contoh dibuat sebuah chain yang bernama tcp_packets. Setelah ditambahkan aturan-aturan ke dalam chain tersebut, kemudian chain tersebut akan direferensi dari chain input.

iptables –A INPUT –p tcp –j tcp_packets
Target

Keterangan

-j ACCEPT  –jump ACCEPT

Ketika paket cocok dengan daftar match dan target ini diberlakukan, maka paket tidak akan melalui baris-baris aturan yang lain dalam chain tersebut atau chain yang lain yang mereferensi chain tersebut. Akan tetapi paket masih akan memasuki chain-chain pada tabel yang lain seperti biasa.

-j DROP  –jump DROP

Target ini men-drop paket dan menolak untuk memproses lebih jauh. Dalam beberapa kasus mungkin hal ini kurang baik, karena akan meninggalkan dead socket antara client dan server.

Paket yang menerima target DROP benar-benar mati dan target tidak akan mengirim informasi tambahan dalam bentuk apapun kepada client atau server.

-j RETURN  –jump RETURN

Target ini akan membuat paket berhenti melintasi aturan-aturan pada chain dimana paket tersebut menemui target RETURN. Jika chain merupakan subchain dari chain yang lain, maka paket akan kembali ke superset chain di atasnya dan masuk ke baris aturan berikutnya. Apabila chain adalah chain utama misalnya INPUT, maka paket akan dikembalikan kepada kebijakan default dari chain tersebut.

-j MIRROR

Apabila kompuuter A menjalankan target seperti contoh di atas, kemudian komputer B melakukan koneksi http ke komputer A, maka yang akan muncul pada browser adalah website komputer B itu sendiri. Karena fungsi utama target ini adalah membalik source address dan destination address.

Target ini bekerja pada chain INPUT, FORWARD dan PREROUTING atau chain buatan yang dipanggil melalui chain tersebut.

Beberapa target yang lain biasanya memerlukan parameter tambahan:

a. LOG Target

Ada beberapa option yang bisa digunakan bersamaan dengan target ini. Yang pertama adalah yang digunakan untuk menentukan tingkat log. Tingkatan log yang bisa digunakan adalah debug, info, notice, warning, err, crit, alert dan emerg.Yang kedua adalah -j LOG –log-prefix yang digunakan untuk memberikan string yang tertulis pada awalan log, sehingga memudahkan pembacaan log tersebut.

iptables –A FORWARD –p tcp –j LOG --log-level debug iptables –A INPUT –p tcp –j LOG --log-prefix “INPUT Packets”

b. REJECT Target

Secara umum, REJECT bekerja seperti DROP, yaitu memblok paket dan menolak untuk memproses lebih lanjut paket tersebut. Tetapi, REJECT akan mengirimkan error message ke host pengirim paket tersebut. REJECT bekerja pada chain INPUT, OUTPUT dan FORWARD atau pada chain tambahan yang dipanggil dari ketiga chain tersebut.

iptables –A FORWARD –p tcp –dport 22 –j REJECT --reject-with icmp-host-unreachable

Ada beberapa tipe pesan yang bisa dikirimkan yaitu icmp-net-unreachable, icmp-host-unreachable, icmp-port-unreachable, icmp-proto-unrachable, icmp-net-prohibited dan icmp-host-prohibited.

c. SNAT Target

Target ini berguna untuk melakukan perubahan alamat asal dari paket (Source Network Address Translation). Target ini berlaku untuk tabel nat pada chain POSTROUTING, dan hanya di sinilah SNAT bisa dilakukan. Jika paket pertama dari sebuah koneksi mengalami SNAT, maka paket-paket berikutnya dalam koneksi tersebut juga akan mengalami hal yang sama.

iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j SNAT --to-source 194.236.50.155-194.236.50.160:1024-32000

d. DNAT Target

Berkebalikan dengan SNAT, DNAT digunakan untuk melakukan translasi field alamat tujuan (Destination Network Address Translation) pada header dari paket-paket yang memenuhi kriteria match. DNAT hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau chain buatan yang dipanggil oleh kedua chain tersebut.

iptables –t nat –A PREROUTING –p tcp –d 15.45.23.67 --dport 80 –j DNAT --to-destination 192.168.0.2

e. MASQUERADE Target

Secara umum, target MASQUERADE bekerja dengan cara yang hampir sama seperti target SNAT, tetapi target ini tidak memerlukan option –to-source. MASQUERADE memang didesain untuk bekerja pada komputer dengan koneksi yang tidak tetap seperti dial-up atau DHCP yang akan memberi pada kita nomor IP yang berubah-ubah.

Seperti halnya pada SNAT, target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain POSTROUTING.

iptables –t nat –A POSTROUTING –o ppp0 –j MASQUERADE

f. REDIRECT Target

Target REDIRECT digunakan untuk mengalihkan jurusan (redirect) paket ke mesin itu sendiri. Target ini umumnya digunakan untuk mengarahkan paket yang menuju suatu port tertentu untuk memasuki suatu aplikasi proxy, lebih jauh lagi hal ini sangat berguna untuk membangun sebuah sistem jaringan yang menggunakan transparent proxy. Contohnya kita ingin mengalihkan semua koneksi yang menuju port http untuk memasuki aplikasi http proxy misalnya squid. Target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau pada chain buatan yang dipanggil dari kedua chain tersebut.

iptables –t nat –A PREROUTING –i eth1 –p tcp --dport 80 –j REDIRECT --to-port 3128
Referensi

  1. http://www.netfilter.org/

  2. Manual page iptables


Read More | Goto Top

IPTables Linux
Share 0 komentar

Berikut ini adalah contoh penggunaan iptables:

# Raset semua konfigurasi iptables input mode
iptables -F INPUT

# Mengijinkan semua koneksi dari localhost
iptables -A INPUT -s 127.0.0.0/24 -p tcp -j ACCEPT

# Buka Port 21 untuk FTP
iptables -A INPUT -s any/0 -p tcp –destination-port 21 -j ACCEPT


# Buka Port 22 untuk SSH
iptables -A INPUT -s any/0 -p tcp –destination-port 22 -j ACCEPT


# Buka Port 25 untuk SMTP
iptables -A INPUT -s any/0 -p tcp –destination-port 25 -j ACCEPT

# Buka Port 53 untuk DNS pada protokol TCP dan UDP
iptables -A INPUT -s any/0 -p tcp –destination-port 53 -j ACCEPT
iptables -A INPUT -s any/0 -p udp –destination-port 53 -j ACCEPT

# Buka Port 80 untuk WEB
iptables -A INPUT -s any/0 -p tcp –destination-port 80 -j ACCEPT

# Buka Port 110 untuk POP3
iptables -A INPUT -s any/0 -p tcp –destination-port 110 -j ACCEPT

# Drop semua trafic yang datang selain yang terdapat pada rule di atas
iptables -A INPUT -s any/0 -p tcp –syn -j DROP

Penulis : fcknmysep@yahoo.com.sg http://folderblog.blogspot.com
Judul artikel : Contoh sederhana firewall menggunakan iptables
OS : LINUX

Read More | Goto Top

Pengaruh MP3 Player Terhadap Pendengaran Anda
Share 0 komentar

Orang-orang yang mendengarkan musik melalui alat pemutar musik portable selama lima jam dalam seminggu dengan volume suara yang tinggi, kemungkinan besar dapat mengalami kerusakan pendengaran permanen.

International Herald Tribune (IHT) melaporkan bahwa tim riset yang terdiri dari sembilan ahli dari dalam Scientific Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks berencana untuk merilis temuan tersebut pada hari Senin, menyatakan bahwa sebagian besar anak muda tidak menyadari adanya tanda-tanda kerusakan pendengaran hingga bertahun-tahun kemudian.

"Mendengarkan musik melalui media portable secara dengan volume suara yang tinggi ketika berusia muda secara rutin, seringkali tidak berdampak langsung pada kesehatan pendengaran, tetapi akibatnya akan terjadi kehilangan kemampuan pendengaran dikemudian hari" — IHT.


"Beberapa penulis menitik beratkan pada kasus di mana jika anak muda terus-menerus mendengarkan musik untuk waktu yang lama dengan volume suara tinggi, mereka beresiko menderita penurunan kemampuan pendengaran saat memasuki usia dua puluh tahunan. Sudah banyak laporan yang menyinggung tentang telinga yang berdengung secara permanen ataupun temporer setelah mendegar musik yang keras, tetapi masih sedikit sekali riset yang menghubungkan penggunaan musik portable dengan gangguan pendengaran ini."

Kekhawatiran ini menyebabkan seorang pria asal Lousiana (AS) untuk mengajukan tuntutan kepada perusahaan Apple, mengklaim bahwa Apple tidak untuk memberikan usaha yang cukup dalam mencegah gangguan pendengaran yang dialami para pemilik iPod. Gugatan yang diajukan pada tahun 2006 tersebut meminta agar iPod tidak dapat menghasilkan volume di atas 115 desibel. Penelitian mengatakan bahwa mendengarkan musik pada volume suara tersebut selama 28 detik setiap harinya dapat mengakibatkan kerusakan pada gendang telinga.

Tuntutan yang diajukan juga mendesak agar Apple membayar uang kompensasi untuk para pengguna iPod yang terkena gangguan pendengaran. Apple juga dituntut untuk memperbaharui perangkat lunak iPod untuk membatasi volume suara hingga 100 desibel dan menyediakan headphone yang dapat memblokir atau meminimalisisr suara dari luar.

Walaupun laporan tersebut mengakui bahwa penggunaan pemutar musik pribadi "sangat berguna saat melakukan tugas-tugas membosankan yang repetitif," ada juga bahaya lain yang lebih besar daripada gangguan pendengaran. Musik dapat mengurangi tingkat konsentrasi dan mengisolasi seseorang dari lingkungannya, menimbulkan bahaya besar saat berkendara atau berjalan di daerah padat. (Cnet)

Read More | Goto Top

Tutorial Mikrotik
Share 0 komentar

Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan
sederhana sebagai gateway server.

1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.

2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin
Password: (kosongkan)

Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin
dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.

3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >

4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “XAVIERO” (nama ini sih bebas2 aja mo diganti)
[admin@Mikrotik] > system identity set name=XAVIERO
[admin@XAVIERO] >

5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@XAVIERO] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@XAVIERO] >

6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1

[admin@XAVIERO] > ip address add address=192.168.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether1
[admin@XAVIERO] > ip address add address=172.16.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether2

7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@XAVIERO] >ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2
[admin@XAVIERO] >

8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.254
[admin@XAVIERO] > /ip route add gateway=192.168.0.254

9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@XAVIERO] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1
[admin@XAVIERO] >

10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@XAVIERO] > ping 192.168.0.254
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@XAVIERO] >

11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
[admin@XAVIERO] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=no
[admin@XAVIERO] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=no

12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@XAVIERO] > ip dns print
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@XAVIERO] >

13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@XAVIERO] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@XAVIERO] >

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@XAVIERO]> ip firewall nat add action=masquerade outinterface=
ether1 chain:srcnat
[admin@XAVIERO] >

15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@XAVIERO]ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@XAVIERO] >

Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox
yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita.

Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20

2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1

3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

4. Lihat status DHCP server
[admin@XAVIERO]> ip dhcp-server print
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.

5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0

kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.

6. Tes Dari client
c:\>ping www.yahoo.com

untuk bandwith controller, bisa dengan sistem simple queue ataupun bisa dengan mangle
[admin@XAVIERO] queue simple> add name=Komputer01
interface=ether2 target-address=172.16.0.1/24 max-limit=65536/131072
[admin@XAVIERO] queue simple> add name=Komputer02
interface=ether2 target-address=172.16.0.2/24 max-limit=65536/131072
dan seterusnya…

Read More | Goto Top

Cara Setting Squid Web Proxy di Linux
Share 0 komentar

Tutorial berikut berisi tentang instalasi squid. untuk isi dari squid.conf nya diambil dari tulisan balinux.or.id,
yang dibuat oleh saudara egi (egi@nuxegi.net). untuk isi squid.conf, bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan kita

instalasi squid
1. extrak paket
#tar -xvzf squid-2.6.STABLE4.tar.gz

2. kemudian lakukan kompilasi squid
[root@gateway squid-2.6.STABLE4]#./configure –prefix=/usr/local/squid –sysconfdir=/etc/ –enable-gnuregex –enable-icmp –enable-delay-pools –enable-snmp –enable-htcp –enable-ssl –enable-cache-digests –enable-linux-netfilter –enable-large-cache-files –enable-carp –with-pthreads –enable-carp –with-pthreads –enable-storeio=diskd,ufs –enable-removal-policies=heap –enable-arp-acl –enable-forw-via-db –enable-leakfinder –enable-truncate –enable-underscores –enable-stacktraces –enable-dlmalloc

[root@gateway squid-2.6.STABLE4]#make
[root@gateway squid-2.6.STABLE4]#make install

3. buat directory cache, kemudian ubah hak aksesnya
[root@gateway squid-2.6.STABLE4]# mkdir –mode=777 /usr/local/squid/var/cache
[root@gateway squid-2.6.STABLE4]# chown -Rf squid.squid /usr/local/squid/var/cache/
4. buat file access.log dan cache.log
[root@gateway squid-2.6.STABLE4]# touch /usr/local/squid/var/logs/access.log
[root@gateway squid-2.6.STABLE4]# touch /usr/local/squid/var/logs/cache.log
5. buat permission akses filenya
[root@gateway squid-2.6.STABLE4]#chown -Rf squid.squid /usr/local/squid/var/logs/
[root@gateway squid-2.6.STABLE4]#chmod -Rf 777 /usr/local/squid/var/cache/



Editting squid.conf
“file /etc/squid.conf”
# file: Squid.conf
# Creted by : egi@nuxegi.net
#
#————————————————————————–
# Port yang digunakan 8080 atau 3128
#————————————————————————–
http_port 8080
icp_port 3130
#————————————————————————–
# Pilihan proxy
#————————————————————————–
#cache_peer 202.xxx.xxx.xxx parent 8080 3130 no-query default
#cache_peer sv.us.ircache.net parent 3128 3130 login=egi@nuxegi.net.id:FafboluveuvEecgi
#cache_peer sj.us.ircache.net parent 3128 3130 login=egi@nuxegi.net.id:FafboluveuvEecgi
#icp_query_timeout 2000
#maximum_icp_query_timeout 2000
#mcast_icp_query_timeout 2000
#dead_peer_timeout 15 seconds
hierarchy_stoplist cgi-bin
hierarchy_stoplist ?
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
no_cache deny QUERY
#prefer_direct off
#————————————————————————–
# Pilihan kebutuhan cache
#————————————————————————–
cache_mem 8 MB
cache_swap_low 90
cache_swap_high 95
minimum_object_size 0 KB
maximum_object_size 100 MB
maximum_object_size_in_memory 20 KB
ipcache_size 1024
ipcache_low 90
ipcache_high 95
fqdncache_size 1024
cache_replacement_policy heap GDSF
memory_replacement_policy heap GDSF
#————————————————————————–
# File Log dan tempat directori cache…direktori cache bisa dibuat lebih dari 1 (satu)
#————————————————————————–
cache_dir diskd /usr/local/squid/var/cache 3000 16 256 Q1=72 Q2=64
store_dir_select_algorithm round-robin
cache_access_log /usr/local/squid/var/logs/access.log
cache_log /usr/local/squid/var/logs/cache.log
cache_store_log /usr/local/squid/var/logs/store.log
emulate_httpd_log off
log_ip_on_direct off
log_fqdn off
log_mime_hdrs off
log_icp_queries off
buffered_logs off
debug_options ALL,1
mime_table /squid/etc/mime.conf

#————————————————————————–
# Options For External Support Programs
#————————————————————————–
ftp_user admin@dapenbni.co.id
ftp_list_width 32
ftp_passive on
#dns_nameservers 202.155.0.10 202.155.0.15
unlinkd_program /usr/local/squid/libexec/unlinkd
redirect_rewrites_host_header on
#————————————————————————–
# Options For Peer Database
#————————————————————————–
digest_generation on
digest_bits_per_entry 10
digest_rebuild_period 30 minutes
digest_rewrite_period 30 minutes
digest_swapout_chunk_size 6000 bytes
client_persistent_connections on
server_persistent_connections on
pipeline_prefetch on
store_dir_select_algorithm round-robin
#————————————————————————–
# Optimalkan cache
#————————————————————————–
request_header_max_size 10 KB
request_body_max_size 3 MB
#reply_body_max_size 500 MB
refresh_pattern -i \.gif$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.jpg$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.bom\.gov\.au 30 20% 120
refresh_pattern -i \.html$ 480 50% 22160
refresh_pattern -i \.htm$ 480 50% 22160
refresh_pattern -i \.class$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.zip$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.jpeg$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.mid$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.shtml$ 480 50% 22160
refresh_pattern -i \.exe$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.thm$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.wav$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.txt$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.cab$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.au$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.mov$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.xbm$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.ram$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.avi$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.chtml$ 480 50% 22160
refresh_pattern -i \.thb$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.dcr$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.bmp$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.phtml$ 480 50% 22160
refresh_pattern -i \.mpg$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.pdf$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.art$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.swf$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.mp3$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.ra$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.spl$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.viv$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.doc$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.gz$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.Z$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.tgz$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.tar$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.vrm$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.vrml$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.aif$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.aifc$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.aiff$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.arj$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.c$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.cpt$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.dir$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.dxr$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.hqx$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.jpe$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.lha$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.lzh$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.midi$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.movie$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.mp2$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.mpe$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.mpeg$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.mpga$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.pl$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.ppt$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.ps$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.qt$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.qtm$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.ras$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.sea$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.sit$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.tif$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.tiff$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.snd$ 10080 90% 43200
refresh_pattern -i \.wrl$ 10080 90% 43200
refresh_pattern ^ftp:// 480 60% 22160
refresh_pattern ^gopher:// 30 20% 120
refresh_pattern . 480 50% 22160
#reference_age 1 month
quick_abort_min 16 KB
quick_abort_max 32 KB
quick_abort_pct 95
negative_ttl 5 minutes
positive_dns_ttl 6 hours
negative_dns_ttl 10 minutes
range_offset_limit 0 KB
connect_timeout 360 seconds
read_timeout 15 minutes
request_timeout 360 seconds
client_lifetime 100 day
half_closed_clients on
pconn_timeout 120 seconds
ident_timeout 10 seconds
shutdown_lifetime 30 seconds
announce_period 7 day
#————————————————————————–
# Timeouts
#————————————————————————–
connect_timeout 120 seconds
peer_connect_timeout 60 seconds
#siteselect_timeout 6 seconds
read_timeout 5 minutes
request_timeout 20 seconds
client_lifetime 1 day
half_closed_clients on
pconn_timeout 60 seconds
ident_timeout 5 seconds
shutdown_lifetime 30 seconds
#————————————————————————–
# Informasi Administrativ
#————————————————————————–
cache_mgr admin@dapenbni.co.id
cache_effective_user squid
cache_effective_group squid
visible_hostname gateway.dapenbni.co.id
unique_hostname gateway.dapenbni.co.id
#————————————————————————–
# Cache
#————————————————————————–
announce_host gateway.dapenbni.co.id
announce_port 8080
#————————————————————————–
# Kebutuhan Transparent Proxy
#————————————————————————–
httpd_accel_host virtual
httpd_accel_port 80
httpd_accel_with_proxy on
httpd_accel_uses_host_header on
httpd_accel_single_host off

#————————————————————————–
# Lain-lain
#————————————————————————–
logfile_rotate 5
memory_pools on
memory_pools_limit 200 MB
forwarded_for on
log_icp_queries on
icp_hit_stale on
minimum_direct_hops 5
minimum_direct_rtt 400
store_avg_object_size 13 KB
store_objects_per_bucket 50
client_db off
netdb_low 900
netdb_high 1000
netdb_ping_period 1 minutes
query_icmp on
test_reachability on
reload_into_ims on
#fake_user_agent SiNK1NGfuNK/1.0 (CP/M; 128-bit)
#————————————————————————–
# Manajemen Akses
#————————————————————————–
acl all src 0/0
acl internal src 192.168.0.0/24
acl allowedhost src 202.xxx.xxx.xxx
#acl blok url_regex -i gohip
#acl blok1 url_regex -i bonzi
#acl blok2 url_regex -i lolitas
#acl blok3 url_regex -i passthison
#acl blok4 url_regex -i dewisex
#acl blok5 url_regex -i lolitasworld
#acl blok6 url_regex -i netsetter
acl localservers src 202.xxx.xxx.xxx
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl SSL_ports port 443 563
acl Safe_ports port 80 21 443 563 808 70 210 1025-65535
acl Safe_ports port 280
acl Safe_ports port 488
acl Safe_ports port 591
acl Safe_ports port 777
acl CONNECT method CONNECT
always_direct allow localhost
always_direct allow internal
always_direct allow allowedhost
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
#http_access deny blok
#http_access deny blok1
#http_access deny blok2
#http_access deny blok3
#http_access deny blok4
#http_access deny blok5
#http_access deny blok6
http_access allow localhost
http_access allow internal
http_access allow allowedhost
http_access allow localservers
http_access deny all
icp_access allow all
miss_access allow all
#snmp_access allow localhost
#snmp_access deny all
#snmp_port 3401
#acl snmppublic snmp_community public
#snmp_access allow snmppublic allowed_hosts
#snmp_access deny all
never_direct allow all
#————————————————————————–
# Parameter Delaypool
#————————————————————————–
acl magic_words1 url_regex -i 202.154
acl magic_words2 url_regex -i ftp .exe .mp3 .vqf .tar.gz .gz .rpm .zip .rar .avi .mpeg .mpe .mpg .qt .ram .rm .iso .raw .wav
delay_pools 2
delay_class 1 2
#-1/-1 mean that there are no limits
delay_parameters 1 -1/-1 -1/-1
delay_access 1 allow magic_words1
delay_class 2 2
delay_parameters 2 4000/150000 4000/120000
delay_access 2 allow magic_words2

menjalankan squid
[root@gateway squid-2.6.STABLE4]# /usr/local/squid/sbin/squid -z
[root@gateway squid-2.6.STABLE4]# /usr/local/squid/sbin/squid -sYD

Cek squid
[root@gateway squid-2.6.STABLE4]# netstat -plnat grep squid
tcp 0 0 0.0.0.0:8080 0.0.0.0:* LISTEN 14066/(squid)



Read More | Goto Top

13 Oktober 2008

Apakah LINUX?
Share 0 komentar

Linux, sebuah kata yang makin hari makin populer di dunia komputer tetapi masih sangat asing di telinga banyak orang. Kalimat "Linux adalah salah satu sistem operasi komputer" bukanlah merupakan jawaban yang tepat bagi masyarakat awam. Artikel ini diharapkan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai Linux. Sistem operasi komputer adalah perangkat lunak yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara manusia dan komputer serta memungkinkan aplikasi untuk berjalan di komputer. Untuk lebih mudahnya dapat dikatakan bahwa: Windows™ adalah salah satu sistem operasi sehingga Linux adalah merupakan pilihan dan alternatif lain bagi yang menginginkan sistem operasi selain Windows™.

Sejarah Linux
Linux dikembangkan oleh sejumlah pemrogram terbaik diseluruh dunia mencakup profesor, mahasiswa ilmu komputer, adminstrator sistem komputer sampai perusahaan besar. Inti dari Linux itu sendiri adalah KERNEL yang dikembangkan pada tahun 1991 oleh seorang Finlandia bernama Linus Torvalds. Pada tahun 1991 itulah Linus mengumumkan tentang Linux di newsgroup dan sejak tahun itu jugalah orang-orang yang tertarik untuk mengembangkan Linux di seluruh dunia mulai memulai proyek pengembangan Linux. Mengapa orang tertarik untuk mengembangkan dan menggunakan Linux? Jawabannya sederhana: Linux dapat diperoleh dengan tanpa atau sedikit biaya, merupakan perangkat lunak open-source dan terbukti dapat diandalkan. Linux dilisensi dengan GNU Public Licence (GPL) yang mengharuskan source code atau 'cara membuat/ memprogramnya' dilepaskan untuk umum. Hal ini membuat Linux dapat didistribusikan dan dimodifikasi sesuai kebutuhan selama cara modifikasinya pun dilepaskan untuk umum.

Kelebihan Linux
Sebuah paket distribusi Linux mempunyai banyak aplikasi dan dapat diperoleh dengan harga murah bahkan dapat diduplikat dan masih tetap legal . Mengambil contoh distribusi RedHat 5.2 dapat diperoleh dengan harga resmi $49.95 atau versi GPL-nya di Indonesia dengan harga Rp. 30.000 - Rp. 50.000 tergantung penjualnya. Aplikasinya antara lain adalah utilitas untuk bahasa program populer seperti C, C++, Pascal dan lainnya, tampilan grafis (GUI) dengan X windows dan beberapa window manager, perangkat server seperti Apache web server, wu-ftp ftp server, sendmail mail server dan lainnya, Netscape Communicator, perangkat image processing dan lain-lain. Dengan sebuah CD distribusi kita bahkan dapat membuat servis internet atau intranet tergantung kebutuhan kita karena hampir semua aplikasi jaringan ada dalam Linux termasuk TCP/IP bahkan Appletalk, Ethernet, Novell IPX sampai jaringan radio paket. Untuk jaringan berbasis Windows™, Linux pun menyediakan fasilitas Samba untuk menghubungkan dan mengemulasikan servis-servis Windows™. Sekedar tambahan Linux didesain dari awal sebagai sebuah sistem operasi yang stabil. Oleh karena itu jarang sekali Linux mengalami kondisi crash dan apabila itu terjadi maka penyebab utamanya adalah aplikasi yang berjalan di Linux atau perangkat keras yang rusak. Kestabilan Linux sudah teruji dan pengukuran masa hidupnya didasari oleh minggu atau bulan dan bukan lagi jam atau hari. Kemungkinan untuk kebocoran memori atau "Press OK to crash" hampir tidak ditemui ketika mengoperasikan Linux.

Kekurangan Linux

Citra yang telah beredar adalah hingga saat ini Linux masih belum terlalu sempurna untuk pengguna biasa dengan pola "memakai saja, kalau ada masalah, sekecil apapun, hubungi bagian dukungan teknis" yang sayang sekali sangat mendominasi penggunaan komputer pada umumnya. Menggunakan Linux membutuhkan waktu, usaha dan pikiran yang lebih dari sekedar menggunakan komputer. Tetapi hal diatas telah berubah dengan cepat karena sudah banyak usaha untuk mempermudah penggunaan Linux seperti yang dikembangkan oleh KDE dengan tampilan 'ala Windows-nya, GNOME yang memungkinkan tampilan GUI Linux yang indah dan dapat diubah sesuai kehendak penggunanya. Salah satu citra lain dari Linux adalah minimnya dukungan teknis yang baik serta terpercaya. Ini adalah citra masa lalu dan tetap menghantui perkembangan Linux. Dengan semakin diterimanya Linux di kalangan pengembang komputer maka semakin banyak pula perusahaan ataupun jasa-jasa dukungan teknis untuk Linux. Kuatnya mitos "Makin mahal harganya makin bagus produknya" sangat memojokkan Linux sebagai sebuah sistem operasi yang murah (dari segi harga) dan dapat diandalkan. Tetapi dengan terjunnya perusahaan perangkat lunak dan keras terkenal seperti Netscape, Oracle, Informix bahkan Intel dalam pengembangan Linux dan aplikasinya maka dapat dipastikan dalam waktu dekat Linux dapat menduduki posisi yang sangat diperhitungkan untuk diinvestasikan dan digunakan sebagai tulang punggung perusahaan.

Rangkuman

Secara singkat Linux merupakan salah satu jalan di masa depan. Linux adalah sebuah sistem operasi yang handal, dapat dipercaya dan efisien untuk digunakan baik oleh individu maupun perusahaan. Dengan sedikit menukar pola pikir "membeli" menjadi "mengembangkan" maka Linux adalah sebuah alternatif yang sangat berharga bagi waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk memahaminya.

Read More | Goto Top

Asus Siapkan Eee PC dengan Layar Sentuh
Share 0 komentar

Logo AsusTidak diragukan lagi kalau Eee PC telah menjadi salah satu lini produk unggulan Asus, membuka segmen netbook baru dan mendongkrak keuntungan perusahaan. Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa perusahaan asal Taiwan ini berniat untuk memperluas lini produk Eee PC tahun depan dengan memperkenalkan beberapa model baru yang berbeda dari yang lain, terutama karena segmen netbook sudah mulai padat oleh berbagai kompetitor. Menurut Samson Hu, GM bisnis Eee PC di Asus model-model baru ini bertujuan untuk semakin mendongkrak pertumbuhan pendapatan Asus.

Detil pasti model Eee PC yang akan diperkenalkan masih belum banyak, akan tetapi Asus berencana meluncurkan sebuah model dengan layar sentuh di kuartal pertama 2009. Walaupun tidak membocorkan informasi teknis dari Eee PC berlayar sentuh ini, Hu mengatakan bahwa Asus berencana untuk memamerkan produk ini di CES 2009 yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 sampai 11 Januari 2009 di Las Vegas.

Selain itu, Asus juga berencana merilis Eee PC yang diperkuat oleh Intel Atom dual core beberapa saat setelah Intel mulai menjual produk tersebut. Jadwal rilis produk ini belum ditetapkan tetapi sudah pasti akan memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan sebagian besar netbook lainnya di pasaran.

Yang terakhir, Jerry Shen CEO Asus juga mengatakan bahwa Asus tengah mengembangkan sebuah model Eee PC baru yang akan mengantarkan netbook lebih dekat lagi ke tujuan awal mereka, yaitu sebagai PC yang sangat portabel, ringan dan murah. Model ini diduga untuk dirilis tahun depan, dijual dengan harga kurang dari $307. (Softpedia)

Selain produk-produk masa depan ini, Asus belakangan ini terus mengeluarkan laptop baru dengan kecepatan yang mengagumkan, mulai dari Eee PC S101 yang modis hingga laptop aneh yang datang dengan Air Ionizer hingga DVD yang mengemas keygen.

Read More | Goto Top

Krisis Finansial Dunia Merambat ke Dunia Maya
Share 0 komentar

Tentunya Anda tahu bahwa seluruh dunia, termasuk Indonesia sedang dilanda krisis finansial yang berawal dari Amerika. Krisis Amerika yang diawali oleh masalah sub-prime mortgage kini sudah mulai merambat ke dunia maya, harga saham-saham teknologi yang notabene secara riil jauh dari kredit perumahan ikut tumbang. Dalam satu bulan terakhir harga saham Apple sudah turun 40%, Google dan Yahoo 20%. Microsoft Microsoft yang merupakan salah satu perusahaan teknologi terkaya dengan pendapatan yang stabil lebih beruntung, hanya mengalami penurunan sebesar 10%. (via TechCrunch)

brutal


Sub-prime mortgage atau kredit subprima merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan surat utang berperingkat B (B-Paper) atau kredit yang mendekati prima atau pinjaman kesempatan kedua yang diberikan oleh pemberi kredit kepada debitur yang tidak memenuhi persyaratan kredit. Dengan kata lain debitur tersebut memiliki "catatan kredit" yang kurang baik. Kredit subprima ini memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi, karena tingginya tingkat bunga yang dikenakan.

Amerika merupakan pemrakarsa kredit subprima dan sangat berperan besar pengaruhnya dalam peningkatan kredit konsumen yang tidak memiliki akses ke pasar kredit. Sebagaian pihak menilai kredit jenis ini sebagai praktek lintah darat yang mencari sasaran debitur yang tidak memiliki daya untuk melunasi utang dalam jangka panjang. Kecaman terus meningkat sejak tahun 2006 sebagai rekasi atas meningkatnya krisis kredit dalam industri kredit subprima di Amerika dan akhirnya menyebabkan krisis finansial global hari ini.

Dampak kredit subprima ini sangat besar pengaruhnya di seluruh dunia, menghantam baik negara-negara maju maupun berkembang. Perusahaan-perusahaan teknologi yang notabene jauh dari kaitannya dengan kredit ini kini telah ikut menanggung bebannya, dan tampaknya krisis ini belum akan berakhir dalam waktu dekat. Jika Yahoo, Google, Microsoft saja lantas terkena dampak krisis ini, bagaimana dengan yang lain?

Indonesia juga tidak kebal dari efek ini, turun bahkan lebih banyak daripada indeks saham di banyak negara. Grafik di bawah ini menunjukkan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia yang telah kehilangan 33% dari nilainya sejak 8 Sepetember lalu, atau 46% sejak awal tahun 2008 seperti yang diperlihatkan di bawah ini.

JSX


Read More | Goto Top

Windows 7 Perbaiki UAC (User Account Control
Share 0 komentar

Logo Windows 7User Account Control (UAC) merupakan salah satu fitur paling kontroversial di Vista, dan demi keberhasilan OS barunya Windows 7, Microsoft ternyata bersedia berkompromi dengan pengguna. Ben Fathi di blog Engineering Windows 7 mengatakan bahwa mereka "telah mendengar dengan jelas dan keras keluhan pengguna. Anda merasa peringatan-peringatan UAC terlalu sering, mengganggu dan membingungkan. Kami tetap ingin memberikan Anda kendali terhadap modifikasi di sistem Anda, tetapi kami juga ingin memberikan Anda pengalaman pemakaian yang lebih baik."

UAC yang diperkenalkan di Windows Vista secara default memberikan hak akses pengguna biasa dan bukan lagi administrator seperti pada XP. Microsoft berpendapat perubahan ini akan mencegah pengguna memodifikasi konfigurasi sistem atau mematikan aplikasi anti virus secara tidak sengaja dan lain-lain. Saat UAC aktif, pengguna menerima banyak notifikasi yang tidak jelas saat Vista merasa pengguna melakukan hal-hal yang berbahaya.

Apabila Anda pengguna Linux, tentunya penjelasan di atas sudah tidak asing lagi bagi Anda. Banyak distro Linux populer (contohnya Ubuntu) tidak mengijinkan pengguna untuk login menggunakan akun root (administrator) dalam konfigurasi bawaan, dan apabila ingin menggunakan beberapa aplikasi yang membutuhkan hak akses lebih, Linux akan meminta Anda untuk terlebih dahulu mengetikkan sandi untuk mendapatkan hak otorisasi yang lebih. Jadi mengapa UAC begitu kontroversial saat diperkenalkan di Vista?

Ada beberapa alasan:
  1. Sebagian besar pengguna Windows tidak memiliki pengetahuan teknis yang cukup untuk memahami penjelasan di atas serta keuntungan berupa tingkat keamanan yang lebih dengan diperkenalkannya UAC
  2. Sebagian besar aplikasi Windows tidak didesain dengan baik, menurut Fathi saat Vista pertama kali diluncurkan 775.312 aplikasi unik mengaktifkan UAC karena "sebagian besar ekosistem perangkat lunak meminta otorisasi admin yang sebenarnya tidak dibutuhkan." Angka ini kini telah turun menjadi 168.149 karena pengembang aplikasi telah mengikuti desain Vista


Grafik jumlah aplikasi Windows yang membutuhkan otorisasi admin


Jadi, kontroversi ini sebenarnya ini bukan sepenuhnya disebabkan oleh pilihan desain yang buruk oleh Microsoft, melainkan cara implementasinya yang terlalu tiba-tiba sebelum ekosistem aplikasi Windows sepenuhnya siap untuk memenuhi persyaratan ini.

Microsoft juga menekankan bahwa mereka tetap percaya pilihan mereka mengemas UAC ke dalam Windows adalah benar, mengatakan bahwa "keuntungan yang diantarkan UAC kepada Windows dan ekosistemmnya sangat jelas, kami akan terus melanjutkan usaha ini." Untuk memperbaharui UAC di Windows 7, Microsoft akan mempelajari data dan masukan yang diterima, mengatakan bahwa mereka akan mencapai hal ini melalui dua pendekatan utama:
  1. Memperluas kendali pengguna atas notifikasi UAC, memberikan opsi untuk menampilkan beberapa jenis notifikasi saja
  2. Memberikan informasi yang lebih detil dan relevan kepada pengguna agar dapat mengerti dan mengambil keputusan yang lebih tepat
Sumber: Udaramaya.com

Read More | Goto Top

Berlangganan

Berlangganan RSS Feed via Email:


Artikel Populer

Blog Archive

Pengikut

blog-indonesia.com



Recomended Download


Add to Your Blog